home 468x60banner

Friday, August 28, 2009

The Wedding Timeline ( Alur Waktu Pemotretan Pernikahan bagi Fotografer )


Alur Waktu Pemotretan Pernikahan


1) 12 Bulan ( Kontak Pertama )

Kebanyakan pasangan merencanakan pernikahan mereka sekitar satu tahun sebelumnya, terutama untuk memesan beberapa hal penting, seperti gedung untuk resepsi dan fotografer.
Rencanakan dalam agenda kerja dengan detil. Cobalah untuk beriklan di media lokal atau carilah kemungkinan untuk bisa menitipkan kartu nama atau brosur tentang layanan anda pada salon, penata rias, dan toko lain yang berhubungan dengan fotografi pernikahan.

2) 6 Bulan ( Mengkonfirmasi Pemesanan )

Calon mempelai mungkin tak harus memastikan paket layanan yang mereka pilih pada tahap ini, tapi mereka dan anda perlu memantapkan perjanjian, biasanya enam bulan sebelum hari pernikahan. Sebaiknya mintalah pembayaran di muka kurang lebih sebesar 50% dari total perkiraan biaya, lalu anda serta klien perlu menandatangani kontrak perjanjian.
Bila pernikahannya dibatalkan, biaya dikembalikan dalam jumlah tertentu tergantung seberapa dekat dengan hari pernikahan. Aturlah syarat dan ketentuan ini dalam surat perjanjian tersebut.

3) 2 Bulan ( Menentukan Paket Layanan )

Beberapa bulan sebelum pernikahan, aturlah pertemuan lagi dengan klien untuk menyusun rencana pemotretan, seperti perlu tidaknya anda hadir saat pengantin berdandan, susunan acara, ekstra waktu, foto yang dicetak, CD foto dan sebagainya.
Selanjutnya, barulah total biaya bisa diperhitungkan. Sisa pembayaran bisa dibayarkan sehari sebelum pernikahan, atau setelah semua pekerjaan selesai.

4) 1 Bulan ( Mempelajari Lokasi )

Datangi lokasi acara yang akan digunakan, seperti mesjid untuk akad nikah, gedung atau lainnya. Mintalah ijin pada pengelolanya untuk berkelililng melihat lokasi dan area terbaik untuk pemotretan.

5) 2 Minggu ( Foto Pre-Wedding )

Ada kalanya pengantin ingin membuat foto portrait formal dalam satu atau dua minggu sebelum pernikahan. Tawarkan layanan ini sebagai bagian dari jasa fotografi yang diberikan, sekaligus bisa jadi tambahan penghasilan. Foto Pre-Wedding juga bisa jadi kesempatan bagus untuk melihat keluwesan kedua mempelai didepan kamera, juga menemukan angel terbaik dan angel yang harus dihindari.

6) 1 Minggu ( Susunan Acara )

Khusus untuk pernikahan di gereja, sebagian gereja biasanya mengadakan gladiresik untuk acara pernikahan. Ada baiknya juga untuk menghadiri acara ini dan manfaatkan kesempatan untuk bertemu dengan pendeta dan pembawa acara, keluarga calon mempelai, pengiring, dan lainnya agar lebih akrab pada saat pernikahan.

7) Hari H ( Pengecekan Terakhir )

Pastikan anda telah memiliki daftar alamat lokasi acara, lengkap dengan jadwal acara, dan foto portrait formal untuk kelompok apa saja yang harus dibuat.
Siapkan waktu dengan kemungkinan jalanan macet atau hambatan lain. Tanyakan kesediaan mereka untuk difoto saat janji atau akad nikah diucapkan karena sebagian orang lebih suka menjaga moment ini tetap khidmat sehingga foto harus dibuat sesudahnya.

Sumber : DigitalCamera dan Wide-Photo

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

0 Comments:

Post a Comment

 

Zen Photography Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha