home 468x60banner

Sunday, April 25, 2010

'Sweet Spot' pada Lensa dan Solusinya


Pada umumnya saat praktek memotret, semua lensa sering gagal dalam menampilkan detil dan kekontrasan yang paling tajam pada saat memotret dengan aperture maksimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, solusi yang paling baik adalah dengan menurunkan dua atau tiga stop, contohnya jika menggunakan lensa dengan aperture maksimal f/2.8, maka harus mengabadikannya dengan f/5.6 atau f/8.

Untuk menemukannya, cobalah lakukan beberapa percobaan memotret pada semua jangkauan aperture, namun harus diingat bahwa untuk lensa zoom, aperture 'sweet spot' akan berbeda pada berbagai pengaturan zoom.

Hasil yang didapat adalah dengan menurunkan aperture, kualitas gambar akan meningkat. Lalu akan menurun pada aperture yang lebih kecil, seperti f/22 atau f/32 karena efek difraksi.
Canon EF Lens Work III Version 10 Book
Info : Digital Camera Magazine


Kenapa Harga Lensa Berbeda-beda ?


Kenapa harga lensa berbeda-beda antara satu dengan yang lain bahkan jauh sekali ?
Lensa yang mahal biasanya memiliki :
- Optik yang sangat berkualitas
- Memiliki penyebaran rendah
- Elemen asferis yang berkualitas
- Mempunyai lapisan yang mampu mengurangi resiko ghosing dan flare
- Ketepatan fokus dan data yang sangat akurat
- Pada lensa Zoom mempunyai aperture yang maksimal dan lebih cepat ( constant aperture )
- Kualitas bodi yang lebih kokoh dan mantap
- Dilengkapi dengan fitur splash-proof dan pencegah debu sehingga dapat digunakan diberbagai cuaca.
Itulah mengapa harga lensa berbeda-beda.
The Lens Book: Choosing and Using Lenses for Your Slr
Info : Digital Camera Magazine


Wednesday, April 29, 2009

5 Masalah Umum Lensa (dan Solusinya)


1. Flare (Refleksi Sinar)
MASALAH :
Menangkap sumber cahaya yang terang dalam frame atau membiarkan pancaran cahaya jatuh di bagian depan akan menghasilkan gambar dengan bintik transparan di beberapa tempat. Pada viewfinder juga tampak garis poligonal yang bisa menggangu hasil akhir foto.

SOLUSI :
Cegahlah cahaya jatuh di bagian depan dan menggunakan lensa hood. Jika tidak ada atau masih kurang efektif, letakkan tangan atau kertas di tepi bagian atas lensa untuk melindungi cahaya masuk.

2. Garis Vertikal Menyempit
MASALAH :
Biasanya terjadi jika memotret gedung tinggi dari bawah dengan menggunakan lensa wide-angle standar. Dengan mengarahkan kamera keatas, akan terlihat distorsi perspektif, dimana bagian bawah gedung lebih besar daripada bagian bawahnya.

SOLUSI :
Jika tidak suka dengan efek ini, maka yang mampu menghilangkannya adalah penggunaan lensa tilt-and-shift khusus yang mahal atau menggunakan software pengolah foto.

3. Distorsi Cembung
MASALAH :
Gambar tampak cembung dengan bagian tengah yang tampak lebih besar dari bagian lainnya.

SOLUSI :
Mundurlah beberapa langkah dari objek dan lakukan zoom-in. Distorsi yang tak terlalu kentara juga bisa diperbaiki dengan tool Lens Correction Photoshop.

4. Difraksi Lensa
MASALAH :
Meski sudah menggunakan teknik yang baik, detil pada gambar tetap tidak tampak maksimal. Ini mungkin disebabkan karena lens diffraction. Hal ini ditimbulkan oleh pengaturan apertur yang kecil dengan maksud untuk mendapat depth of field yang lebih baik, tapi hasilnya gambar justru tampak lebih halus dan kurang jelas.

SOLUSI :
Sedapat mungkin hindari menggunakan nilai f (diafragma) terbesar dengan lensa ini.

5. Vignetting
MASALAH :
Cirinya dari efek ini adalah bagian sudut frame tampak gelap. Efek ini tampak jelas saat memotret langit cerah. Masalah ini biasanya dikaitkan dengan lensa wide-angel, padahal hal ini juga bisa diantisipasi bila memotret dengan kamera full-frame karena diameter kamera berfungsi secara maksimal. Vignetting juga bisa dimanfaatkan sebagai efek kreatif dan membantu menonjolkan perhatian ke bagian tengah frame. Manfaatkan efek ini pada foto portrait.

SOLUSI :
Coba lakukan sedikit zoom-in pada objek atau dengan tool Lens Correction pada Photoshop.




 

Zen Photography Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha